Perkuat Pendidikan Berkarakter, KKMI Pucuk Adakan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta
Lamongan – Kelompok Kerja
Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Pucuk menggelar Kegiatan Workshop Kurikulum Berbasis Cinta di Hotel Grand Mahkota, Lamongan, pada Sabtu, 25 April 2026. Acara ini dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lamongan H. Mohammad Muhlisin Mufa, Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) H. Banjir Sidomulyo, para narasumber, pengawas madrasah Kecamatan Pucuk, serta seluruh peserta workshop.
Ketua KKMI Kecamatan Pucuk, Aditya Nuryanto, dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu undangan, khususnya kepada Kepala Kemenag, Kasi Pendma, dan para narasumber yang berkenan hadir. Ia juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas capaian akademik Kepala Kemenag Lamongan yang baru saja menyelesaikan studi doktoral (S3).
Ia menambahkan bahwa workshop ini diikuti oleh sebanyak 209 peserta. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat pemahaman para guru Madrasah Ibtidaiyah terhadap konsep dan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, H. Mohammad Muhlisin Mufa, dalam arahannya saat membuka acara secara resmi menyampaikan bahwa guru adalah orang-orang pilihan yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa. Oleh karena itu, guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan keteladanan dalam setiap proses pendidikan.
Juga ditambahkan bahwa guru memiliki peran sentral dalam menginternalisasikan nilai-nilai cinta dalam pembelajaran. Ia mendorong peserta untuk aktif berdiskusi dan mengembangkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan siswi.
“Kurikulum ini menjadi salah satu upaya untuk membangun generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual,” ujarnya.
Di akhir sambutan, beliau berharap melalui kegiatan ini para guru madrasah ibtidaiyah khususnya di Kecamatan Pucuk dapat semakin memahami dan mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara nyata di kelas masing-masing.


